Efek Samping dan Bahaya Methylprednisolone :

Tanya :

Dear Dokter,

Saya alergi dingin, diberi obat anti radang methylprednisolone. Setelah itu berat badan naik 4 kg. Padahal makan saya juga makin dikit. Tapi tiap hari berat badan makin naik. Saya sudah berhenti mengkonsumsi 2 hari ini. Apakah BB saya akan kembali normal lagi setelah berhenti mengkonsumsi? Atau saya harus diet agar BB saya turun?

XXXX (41 tahun)
one_XXXXX@gmail.com
Tinggi Badan : 25 cm, Berat Badan : 150 kg

Jawab :

Efek Samping dan Bahaya Methylprednisolone:

Methyprednisolone berpotensi menyebabkan efek samping. Berikut ini adalah beberapa efek samping yang dapat terjadi setelah mengonsumsi methylprednisolone:

Peringatan Sebelum Mengonsumi Methylprednisolone:

  1. Hindari menggunakan obat ini jika Anda sedang menderita infeksi jamur.
  2. Harap berhati-hati menggunakan obat ini jika Anda sedang menderita diabetes,hipertensi, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit jantung, osteoporosis, hipotiroidisme,glaukoma, katarak, dan TBC
  3. lBeri tahu dokter jika Anda pernah menderita peradangan usus, gangguan pembekuan darah, depresi,psikosis dan kejang.
  4. Hindari melakukan vaksinasi selama Anda menjalani pengobatan dengan methylprednisolone. Beberapa jenis vaksin, seperti vaksin MMR, vaksin polio, dan vaksin influenza, dapat berkurang efektivitasnya selama Anda mengonsumsi obat ini.
  5. Beri tahu dokter jika akan menjalani operasi dalam waktu dekat. Dokter dapat menyesuaikan dosis methylprednisolone hingga meminta Anda untuk menghentikan konsumsi methylprednisolone untuk sementara.
  6. Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis segera hubungi dokter.

Metilpredinosolon atau methylprednisolone adalah obat untuk mengatasi penyakit yang menyebabkan peradangan, seperti lupus dan multiple sclerosis. Methylprednisolone juga digunakan untuk meredakan reaksi alergi, seperti penyakit asma.

Methylprednisolone bekerja dengan menekan sistem imun, sehingga tubuh tidak melepas senyawa kimia yang memicu terjadinya peradangan. Selain lupus dan multiple sclerosis, beberapa penyakit lain yang dapat menyebabkan reaksi peradangan adalah rheumatoid arthritis, psoriasis, kolitis ulseratif, dan Crohn disease.

Penghentian obat adalah bertahap dan tidak tiba-tiba, konsultasikan dengan Dokter yang merawat untuk hal ini. Sedangkan untuk alerginya tindakan pencegahan adalah menghindari dingin seperti memakai jaket dan celana tebal, kaos kaki dan menghindari udara dingin. Sebaiknya tambah konsumsi suplemen Vitamin C minimal 500 mg sehari.

Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat

Layanan