Apakah Anak Saya Menderita Penyakit Hirschsprung ?

Tanya :

Selamat siang Dokter,

Anak saya memiliki keluhan BAB tidak lancar, sudah periksa ke Dokter dan dilakukan tindakan colon in loop serta biopsi, hasilnya ada bagian usus yang tidak memiliki syaraf dan tidak dapat berfungsi. Untuk keluhan ini apa tindaklanjutnya ? Terima kasih



XXXXXXXXX XXXXXX (28 tahun)
YUR_XXXXX@GMAIL.COM
Tinggi Badan : 164 cm, Berat Badan : 75 kg

Jawab :

Salam sehat Bapak YR,

Proses pembuangan sisa kotoran dari dalam tubuh merupakan hal yang penting dan biasanya dimulai pada hari pertama kehidupan bayi, bayi baru lahir akan membuang feses pertamanya yang disebut meconium. Tetapi pada beberapa bayi akan mengalami kesulitan BAB, bayi mungkin menderita penyakit Hirschsprung, suatu kondisi di mana ada sel-sel saraf yang hilang di usus besar.

Penyakit Hirschsprung bersifat bawaan yaitu telah berkembang selama kehamilan dan hadir saat bayi lahir. Beberapa kondisi bawaan terjadi karena diet ibu, atau karena penyakit yang diderita ibu selama kehamilan. Penyebab lain karena gen yang diturunkan orangtua kepada bayi baru lahir. Penyakit Hirschsprung memengaruhi sekitar satu dari setiap 5.000 bayi yang baru lahir. Orang tua yang membawa gen untuk penyakit Hirschsprung, terutama dari ibu dapat meneruskannya kepada anak-anak mereka dan anak laki-laki mendapatkannya lebih dari anak perempuan.

Gejala dari Penyakit Hirschsprung adalah :

Untuk menentukan Diagnosa Penyakit Hirschsprung , selain gejala-gejala diatas Dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan berupa :

  1. Barium Enema, untuk melihat kondisi usus besar

  2. Collon in loop (CIL) untuk mendapatkan foto rontgen saluran cerna atau disebut Rontgen colon

  3. Biopsi contoh jaringan dari anus

  4. Manometri anorektal unt uk anak yang lebih besar

Penyakit Hirschsprung adalah kondisi yang sangat serius, tapi jika ditemukan dengan cepat hampir selalu dapat disembuhkan dengan operasi.

Ada 2 jenis operasi yaitu :

  1. Prosedur pull-through : Operasi ini hanya memotong bagian usus besar dengan sel-sel saraf yang hilang, kemudian sisa usus dihubungkan langsung ke anus.

  2. Operasi Ostomi: Operasi ini menghubungkan usus ke lubang yang dibuat di dinding perut. Dokter kemudian menempelkan kantong ostomi ke bagian luar lubang untuk menampung feses dari usus. Operasi Ostomy biasanya tindakan sementara sampai anak siap untuk prosedur pull-through.

Setelah operasi beberapa anak mungkin memiliki masalah dengan sembelit, diare, atau inkontinensia (kurangnya kontrol atas buang air besar atau buang air kecil) dan infeksi. Tetapi setelah 1 tahun dengan diet dan perawatan tepat kesembuhan sempurna diperoleh sampai 95% anak.

Sebaiknya segera lanjutkan kontrol ke Dokter Bedah (SpB) atau Dokter Bedah Anak (SpBA) untuk penanganan selanjutnya

Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat

Layanan