1 Simas Sehat
gbr gbr

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Produksi ASI Berkurang Meskipun Sudah Power Pumping dan Rajin DBF?

Tanya :

Dear Dokter,

Saat ini produksi ASI saya sepertinya agak berkurang, sudah power pumping dan rajin DBF ( Direct Breastfeeding) atau menyusui bayi secara langsung, tapi saat pumping ASI saja dari1 payudara produksinya tidak lebih dari 30ml. Apa yang sebaiknya saya lakukan sekarang ?

 

ADNESTA MARIA (30 tahun)

Adnestamariaa@gmail.com

Tinggi Badan : 161 cm, Berat Badan : 72 kg

 

Jawab :

Salam sehat Ibu AM,

Kondisi ini sangat wajar membuat Ibu merasa khawatir dan lelah, apalagi Ibu sudah berusaha maksimal dengan melakukan power pumping dan rutin menyusui langsung (Direct Breastfeeding/DBF). Perasaan cemas atau tertekan saat melihat hasil perahan sedikit sebenarnya sangat umum dialami oleh banyak ibu menyusui.

Kemungkinan Penyebab
Hasil perahan ASI yang tampak sedikit (di bawah 30 ml per payudara) tidak selalu berarti produksi ASI Ibu benar-benar berkurang. Beberapa kemungkinan pemicunya antara lain:

  • ASI Sudah Banyak Terkuras saat DBF: Jika si Kecil sangat rajin menyusu langsung dan hisapannya efektif, payudara tentu sudah relatif kosong sehingga hasil perahan pompa naturally menjadi lebih sedikit.
  • Stres dan Kelelahan: Rasa cemas melihat angka mililiter pada botol pompa memicu pelepasan hormon kortisol yang dapat menghambat kerja hormon oksitosin (hormon yang memicu aliran keluar ASI/Let-Down Reflex).
  • Kurang Cairan, Nutrisi, atau Istirahat: Tubuh membutuhkan energi dan cairan ekstra untuk memproduksi ASI secara konstan.
  • Ukuran Corong Pompa Tidak Pas: Ukuran corong yang terlalu besar atau terlalu kecil membuat pengeluaran ASI melalui pompa menjadi tidak optimal.
  • Masalah Hormonal Sementara: Siklus haid yang mulai kembali, gangguan tiroid, atau penggunaan kontrasepsi tertentu.
Penjelasan Kondisi Ibu
Satu hal penting yang perlu diingat: Botol pompa bukanlah tolok ukur utama kecukupan ASI bayi. Menurut panduan dari World Health Organization (WHO) dan WebMD, respons payudara terhadap hisapan bayi jauh lebih efektif dibanding hisapan mesin pompa. Pompa hanya mengandalkan tekanan teknis, sedangkan hisapan bayi memicu refleks hormon secara alami.

Ukuran utama untuk menilai apakah bayi cukup ASI atau tidak adalah tanda kecukupan ASI pada bayi, yaitu:

  1. Buang air kecil (BAK) bayi lancar, setidaknya 6 kali sehari dengan warna jernih hingga kuning muda.
  2. Berat badan (BB) bayi naik sesuai dengan grafik pertumbuhannya.
  3. Bayi tampak tenang dan puas setelah menyusu.
Jika ketiga indikator di atas terpenuhi, maka kebutuhan nutrisi si Kecil sebenarnya sudah tercukupi dengan baik dari menyusu langsung (DBF).

Langkah yang Sebaiknya Ibu Lakukan Sekarang

  1. Evaluasi Indikator Kecukupan ASI Bayi: Fokuslah pada popok dan grafik berat badan si Kecil. Jika BB naik sesuai grafik, Ibu bisa lebih tenang.
  2. Lakukan Pumping Tanpa Menatap Botol: Kerap kali rasa cemas menunggu tetesan ASI justru menyumbat aliran ASI. Cobalah menutupi botol pompa dengan kaos kaki/kain, atau sambil menatap foto/video si Kecil agar hormon oksitosin bekerja optimal.
  3. Periksa Ukuran Corong Pompa ASI: Pastikan puting tidak tergesek atau terlalu banyak area areola yang tertarik ke dalam corong. Corong yang pas akan mengoptimalkan hasil perahan.
  4. Cukupi Kebutuhan Cairan dan Nutrisi: Minum air putih minimal 3 liter per hari dan konsumsi makanan bergizi seimbang (Ibu dapat menambah asupan pelancar ASI/ASI booster alami seperti daun katuk, kelor, atau kacang-kacangan).
  5. Cari Waktu untuk Istirahat: Mintalah bantuan suami atau keluarga untuk menjaga si Kecil sejenak agar Ibu bisa tidur cukup, karena istirahat adalah salah satu kunci utama produksi ASI.
Hal yang Harus Dihindari

  • Jangan Terlalu Sering Membandingkan Hasil Pumping: Membandingkan jumlah perahan dengan orang lain di media sosial hanya akan menambah beban pikiran dan menurunkan produksi ASI.
  • Jangan Memaksa Power Pumping Berlebihan: Melakukan power pumping terus-menerus saat tubuh sangat lelah justru membuat lecet dan stres.
  • Jangan Terburu-buru Memberikan Formula Tanpa Indikasi: Hindari memberikan susu formula tambahan secara mendadak sebelum berkonsultasi dan memastikan indikator pertumbuhan bayi.
Tanda Bahaya / Kapan Harus Konsultasi Laktasi
Ibu disarankan untuk segera berkonsultasi secara langsung dengan Dokter Spesialis Anak atau Konselor Laktasi jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Berat badan bayi tidak naik atau justru menurun saat ditimbang.
  • Buang air kecil bayi berkurang drastis (kurang dari 4–6 kali sehari) dan urine berwarna pekat/gelap.
  • Bayi tampak sangat rewel, lemas, atau tidak bertenaga saat menyusu.
  • Puting Ibu terasa sangat nyeri, lecet berat, atau timbul sumbatan/benjolan keras yang nyeri di payudara (gejala mastitis).
Ibu sudah melakukan yang terbaik dengan mengutamakan menyusu langsung. Percayalah pada proses tubuh Ibu, jaga suasana hati tetap rileks, dan jangan ragu menemui konselor laktasi untuk evaluasi posisi pelekatan menyusu ya, Bu.

Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat