1 Simas Sehat
gbr gbr

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Merasa Kesepian, Hampa, dan Muncul Dorongan Menyakiti Diri

Tanya :

Halo Kak,

Saya ingin berkonsultasi karena sudah cukup lama merasa kesepian, hampa, dan sulit menikmati hidup. Akhir-akhir ini kondisi saya memburuk sampai muncul dorongan untuk menyakiti diri, meskipun saya tidak ingin bunuh diri. Saya ingin minta bantuan untuk memahami apa yang sedang saya alami dan bagaimana mengatasinya.

 

DWIKY ADISAKTI (26 tahun)

dwikyadi2905@gmail.com

Tinggi Badan : 177 cm, Berat Badan : 62 kg

 

Jawab :


Salam sehat, Bapak DA,

Terima kasih banyak sudah berani terbuka dan menyuarakan apa yang sedang Bapak rasakan saat ini. Langkah Bapak untuk mencari bantuan adalah bentuk keberanian dan kesadaran diri yang sangat besar.

Kami sangat memahami betapa berat, melelahkan, dan menguras energi ketika harus menjalani hari-hari dengan rasa hampa, kesepian yang mendalam, serta kehilangan rasa bahagia dalam hidup. Keadaan ini tentu tidak mudah untuk ditanggung sendirian.

Kondisi yang Bapak alami : perasaan hampa yang lama, kehilangan minat pada hal-hal yang dulu dinikmati (anhedonia), kesepian, hingga muncul dorongan untuk menyakiti diri (non-suicidal self-injury) merupakan indikasi kuat bahwa mental dan emosional Bapak sedang mengalami tekanan yang sangat berat. Dorongan menyakiti diri sendiri umumnya bukanlah bentuk keinginan untuk mengakhiri hidup, melainkan sebuah bentuk mekanisme koping (coping mechanism) yang keliru untuk mengalihkan atau meredakan rasa sakit emosional yang sudah terlalu menumpuk dan tidak tertahankan. Perasaan hampa yang persisten dan dorongan menyakiti diri merupakan respons dari sistem saraf yang kewalahan mengolah emosi negatif, dan kondisi ini sangat membutuhkan penanganan profesional, bukan sekadar kurang bersyukur atau kurang kuat.

Perawatan di Rumah dan Langkah Awal Pengelolaan Emosi

  • Alihkan Sensasi Tubuh Saat Dorongan Muncul: Jika dorongan menyakiti diri datang, cobalah alihkan sensorik tubuh dengan metode yang aman, seperti memegang bongkahan es batu di tangan, mandi dengan air dingin, atau mengunyah buah yang sangat asam. Ini membantu merangsang saraf tubuh tanpa memicu luka fisik.
  • Gunakan Teknik Grounding: Terapkan teknik 5-4-3-2-1 saat merasa hampa atau panik. Sebutkan di dalam hati: 5 benda yang dilihat, 4 benda yang bisa disentuh, 3 suara yang didengar, 2 aroma yang dihirup, dan 1 rasa di lidah untuk mengembalikan fokus ke saat ini (present moment).
  • Luapkan Emosi Lewat Tulisan (Junk Journaling): Tuliskan seluruh rasa kesepian, kemarahan, atau kehampaan di kertas tanpa memikirkan tata bahasa, lalu meremas atau merobek kertas tersebut sebagai simbol pelepasan emosi.
  • Bangun Komunikasi Kecil: Cobalah menyapa atau mengobrol ringan dengan satu orang terdekat (keluarga atau teman) tanpa harus langsung menceritakan masalah berat, cukup untuk memutus rasa terisolasi secara fisik.
Hal yang Sebaiknya Dihindari

  • Hindari mengisolasi diri terlalu lama di dalam kamar yang gelap dan sepi saat pikiran emosional mulai datang.
  • Hindari menyimpan benda-benda tajam atau berbahaya di dekat jangkauan Bapak saat perasaan sensitif muncul.
  • Hindari mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang dengan harapan bisa menghilangkan rasa sakit emosional, karena justru akan membuat suasana hati semakin memburuk setelah reaksinya habis.
  • Hindari menyalahkan diri sendiri atas dorongan emosi yang muncul. Ketahuilah bahwa Bapak sedang tidak baik-baik saja dan itu wajar.
Tanda Bahaya (Kapan Harus Segera Mendapatkan Bantuan Darurat)

Menurut arahan keselamatan dari World Health Organization (WHO) mengenai kesehatan mental, masalah emosional memerlukan penanganan darurat segera jika Bapak mengalami tanda-tanda berikut:

  • Dorongan menyakiti diri berulang atau menyebabkan luka fisik yang membutuhkan perawatan medis.
  • Pikiran untuk menyerah atau menyakiti diri berkembang menjadi niat atau rencana spesifik untuk mengakhiri hidup.
  • Perasaan hampa yang amat sangat hingga tidak mampu beranjak dari tempat tidur, tidak mau makan, atau tidak mampu merawat diri dasar sama sekali.
  • Muncul kecemasan intens atau serangan panik yang tidak bisa ditenangkan dengan cara mandiri.
Catatan penting: Jika Bapak merasa membutuhkan teman bicara mendesak atau pikiran negatif mulai menguasai, Bapak dapat segera menghubungi layanan konseling kesehatan mental resmi seperti Layanan Sehat Jiwa Kemenkes RI (119 ext. 8) atau kontak darurat kesehatan mental setempat.

Melihat kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan mulai membahayakan keselamatan fisik Bapak, saran terbaik Kami adalah segera berkonsultasi secara langsung dengan Psikiater atau Psikolog Klinis. Tenaga profesional akan membantu Bapak memetakan akar masalah, memberikan terapi psikologis (seperti Cognitive Behavioral Therapy), serta memberikan penanganan obat jika memang ada ketidakseimbangan kimiawi otak yang perlu distabilkan. Pengobatan ini sekarang ditanggung BPJS Kesehatan.

Bapak tidak harus menanggung beban ini sendirian. Bantuan selalu tersedia, dan melangkah ke tenaga profesional adalah hadiah terbaik yang bisa Bapak berikan untuk diri sendiri saat ini.

Referensi:

  • WebMD: Understanding Self-Harm and Emotional Numbness Causes & Coping Mechanisms.
  • World Health Organization (WHO): Mental Health and Suicide Prevention Guidelines.
Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat