1 Simas Sehat
gbr gbr

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kaki Sering Pegal dan Kram Saat Berjalan atau Berdiri Lebih dari 15 Menit

Tanya :

Dear Dokter,

Adakah penjelasan medis mengapa bila saya berjalan atau berdiri lebih dari 15 menit kaki saya sering pegal dan keram pada kedua kaki, apakah ini normal ?

 

 

JUNAEDY (47 tahun)

Junaedytusanko@gmail.com

Tinggi Badan : 159 cm, Berat Badan : 74 kg

 

Jawab :


Salam sehat, Bapak Jun,

Kami dapat memahami betapa tidak nyamannya kondisi yang Bapak alami. Keinginan untuk tetap aktif bergerak atau beraktivitas sehari-hari tentu menjadi terganggu ketika kedua kaki mulai terasa pegal berat hingga kram hanya setelah berjalan atau berdiri selama 15 menit.

Secara medis, keluhan pegal dan kram pada kedua kaki yang muncul secara konsisten setelah beraktivitas fisik ringan (seperti berdiri atau berjalan) dan membaik setelah beristirahat bukanlah hal yang normal untuk dialami, terutama di usia 47 tahun. Kondisi ini umumnya menandakan adanya gangguan pada sirkulasi darah, penekanan saraf, atau kelainan otot di area tungkai bawah.

Beberapa kemungkinan penjelasan medis yang sering menjadi penyebabnya meliputi:

  1. Penyakit Arteri Perifer (PAP) / Claudication: Penyempitan pembuluh darah arteri di kaki akibat penumpukan plak. Saat Bapak berjalan atau berdiri, otot kaki membutuhkan lebih banyak pasokan oksigen dari darah. Karena jalurnya menyempit, pasokan darah tidak mencukupi sehingga timbul rasa pegal hebat, kram, atau nyeri (claudication).
  2. Insufisiensi Vena Kronis / Varises: Gangguan pada katup pembuluh darah vena kaki yang membuat aliran darah balik ke jantung kurang lancar, sehingga darah menumpuk di tungkai bawah. Ini sering menyebabkan rasa pegal, berat, kram, atau bengkak setelah berdiri lama.
  3. Stenosis Spinal (Penekanan Saraf Tulang Belakang): Penyempitan pada saluran saraf tulang belakang bagian bawah. Saat berdiri atau berjalan, struktur tulang belakang menekan saraf yang menuju ke kaki (neurogenic claudication), memicu kram, pegal, atau sensasi kebas pada kedua kaki.
  4. Ketidakseimbangan Elektrolit atau Masalah Otot: Kekurangan mineral seperti kalium, magnesium, atau kalsium, serta kelelahan struktur otot kaki (misalnya akibat bentuk telapak kaki datar/flat feet).
Nyeri atau kram kaki yang dipicu oleh aktivitas berjalan dan membaik saat istirahat merupakan gejala klasik gangguan sirkulasi darah atau jepitan saraf yang memerlukan evaluasi medis langsung.

Perawatan di Rumah yang Dapat Bapak Lakukan

  • Istirahat Sejenak Saat Beraktivitas: Jika harus berdiri atau berjalan, sempatkan untuk duduk atau beristirahat sejenak setiap 10–15 menit untuk memberi waktu otot dan pembuluh darah memulihkan pasokan oksigen.
  • Tinggikan Posisi Kaki Saat Beristirahat: Saat tiduran atau duduk santai di rumah, ganjal kedua kaki dengan bantal setinggi dada (15–20 cm) selama 15–30 menit untuk membantu memperlancar aliran darah balik vena ke jantung.
  • Lakukan Peregangan Otot Betis (Stretching): Sebelum dan sesudah beraktivitas, lakukan peregangan lembut pada otot betis dan paha untuk mencegah kram otot.
  • Cukupi Kebutuhan Cairan dan Mineral: Minum air putih yang cukup dan penuhi asupan makanan kaya magnesium serta kalium (seperti pisang, alpukat, sayuran hijau, dan kacang-kacangan).
  • Gunakan Alas Kaki yang Tepat: Gunakan sepatu yang nyaman dengan bantalan empuk dan arch support yang baik untuk menyangga beban tubuh secara merata.
Hal yang Sebaiknya Dihindari

  • Jangan Memaksakan Diri: Hindari memaksakan terus berjalan atau berdiri saat kram dan nyeri sudah mulai muncul.
  • Hindari Memijat Area yang Kram Terlalu Keras: Jangan memijat atau mengurut area betis/kaki secara kasar atau menekan pembuluh darah terlalu kuat, terutama jika ada dugaan gangguan pembuluh darah.
  • Hindari Merokok atau Paparan Asap Rokok: Nikotin pada rokok dapat mempersempit pembuluh darah dan memperburuk sirkulasi darah ke tungkai bawah secara signifikan.
  • Hindari Pakaian atau Kaos Kaki yang Terlalu Ketat di Bagian Paha/Pinggang: Hal ini dapat menghambat aliran darah di area tungkai.
Tanda Bahaya (Kapan Harus Segera Berobat ke Dokter)

Panduan evaluasi sirkulasi dan sistem saraf dari World Health Organization (WHO) mengingatkan pentingnya mewaspadai komplikasi pembuluh darah dan saraf. Segeralah menemui dokter jika Bapak menemukan gejala-gejala berikut:

  • Salah satu atau kedua kaki tampak pucat, kebiruan, atau terasa sangat dingin dibanding bagian tubuh lainnya.
  • Timbul bengkak hebat pada salah satu atau kedua tungkai kaki.
  • Timbul luka, perubahan warna kulit menjadi kehitaman, atau borok di daerah kaki/jemari yang sulit sembuh.
  • Nyeri dan kram tetap terasa hebat meskipun Bapak sedang beristirahat atau tiduran di malam hari.
  • Kelumpuhan, kelemahan mendadak pada otot kaki, atau kehilangan kontrol saat buang air kecil/besar.
Saran Kami, sebaiknya Bapak merencanakan untuk memeriksakan diri secara langsung ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dokter Spesialis Bedah Vaskular, atau Dokter Spesialis Saraf (Neurologi). Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti meraba denyut nadi di kaki, serta tes penunjang seperti pemeriksaan Ankle-Brachial Index (ABI) atau USG Doppler untuk melihat kelancaran aliran darah kaki Bapak secara pasti.

Semoga informasi ini dapat membantu dan keluhan pada kaki Bapak dapat segera teratasi dengan baik!

Referensi:

  • WebMD: Leg Cramps, Claudication, and Peripheral Artery Disease Causes & Symptoms.
  • World Health Organization (WHO): Prevention and Control of Noncommunicable Diseases and Vascular Health Guidelines.
Salam sehat,

Team Dokter Simas Sehat