Saya seorang wanita, berumur 31 tahun dengan tinggi badan 154 cm dan Berat badan saat ini 56 kg, apakah ini normal ? karena berat badan saya susah turun dan saya sulit buang air besar, apakah ada cara sehat untuk mengatasi hal ini di rumah ?
Salam sehat Ibu MFP,
Terima kasih sudah berkonsultasi dengan kami. Kami paham betul kekhawatiran Ibu. Kondisi berat badan yang sulit turun ditambah keluhan susah buang air besar (sembelit) tentu bisa membuat tubuh terasa begah, dan kurang nyaman.
Berdasarkan data yang Ibu sampaikan (tinggi badan 154 cm dan berat badan 56 kg), kita dapat menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) Ibu berada di angka 23,6 kg/m². Menurut kriteria kualifikasi standar dari World Health Organization (WHO) regional Asia-Pasifik, angka ini masuk dalam kategori normal tinggi (batas normal 18,5–22,9 kg/m², sementara kategori overweight dimulai dari 23–24,9 kg/m²). Jadi secara umum, berat badan Ibu sebenarnya masih relatif ideal dan aman, hanya saja memang berada di batas atas.
Sulitnya penurunan berat badan dan pencernaan yang melambat biasanya saling berkaitan. Saat Ibu mengalami sembelit, penumpukan kotoran serta retensi cairan dalam usus dapat membuat perut kembung dan angka di timbangan terkesan sulit turun. Penyebab utamanya paling sering meliputi kurangnya asupan serat, konsumsi air putih yang belum mencukupi, kurangnya aktivitas fisik yang merangsang pergerakan usus, hingga tingkat stres atau kebiasaan menahan buang air besar. Pergerakan usus yang lambat juga membuat proses metabolisme tubuh menjadi tidak optimal.
Perawatan Sehat di Rumah
Ibu dapat menerapkan beberapa pola hidup sehat berikut untuk membantu melancarkan pencernaan sekaligus menjaga berat badan tetap ideal:
-
Tingkatkan Asupan Serat: Konsumsi lebih banyak sayuran hijau, buah-buahan (seperti pepaya, apel, atau pir), dan biji-bijian utuh. Serat membantu melembutkan tinja dan mendorong gerakan alami usus.
-
Cukupi Air Putih: Minumlah minimal 2 hingga 2,5 liter air putih setiap hari. Serat bekerja optimal mendorong kotoran hanya jika cairan tubuh terpenuhi dengan baik.
-
Rutin Beraktivitas Fisik: Luangkan waktu 30 menit sehari untuk berolahraga ringan seperti jalan cepat, jogging, atau yoga. Gerakan tubuh akan merangsang kontraksi otot usus.
-
Atur Postur saat Buang Air Besar: Menggunakan toilet jongkok atau menaruh bangku kecil di bawah kaki saat duduk di toilet bisa membantu meluruskan sudut usus besar sehingga kotoran keluar lebih mudah.
-
Latih Rutinitas BAB: Cobalah membiasakan diri duduk di toilet 15–20 menit setelah sarapan untuk memicu refleks alami usus.
Hal yang Harus Dihindari
-
Jangan membiasakan diri mengonsumsi obat pencahar/laksatif tanpa resep dokter secara berkala, karena dapat membuat usus manja dan mengganggu kerja alaminya.
-
Hindari konsumsi makanan tinggi lemak jenuh, makanan olahan (processed food), dan makanan berbahan tepung berlebih yang rendah serat.
-
Jangan menahan rasa ingin buang air besar ketika sinyalnya muncul.
-
Hindari melakukan diet ekstrem yang memotong kalori terlalu drastis, karena justru bisa melambatkan metabolisme tubuh Ibu.
Tanda Bahaya (Kapan Harus ke Dokter?)
Segera periksakan diri secara langsung ke fasilitas kesehatan jika Ibu mengalami tanda-tanda berikut:
-
Tidak bisa buang air besar sama sekali lebih dari 1-2 minggu atau disertai nyeri perut hebat.
-
Keluar darah segar atau kotoran berwarna hitam pekat saat BAB.
-
Mual dan muntah terus-menerus.
-
Penurunan berat badan drastis tanpa sebab yang jelas.
Semoga penjelasan ini bisa membuat Ibu lebih tenang dan paham cara mengatasinya ya, Bu. Mulailah perbaikan pola makan dan gaya hidup secara bertahap dan konsisten. Kesehatan tubuh Ibu adalah prioritas utama.
Salam sehat,
Team Dokter Simas Sehat